Hingga November 2018, Penerimaan Perpajakan Capai Rp1.301 Triliun

Isna Rifka Sri Rahayu
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (tengah). (Foto: iNews.id/Isna Rifka)

Sementara itu, untuk penerimaan pajak nonmigas tumbuh 14,8 persen di mana angka ini jauh lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,1 persen. Menurut dia, ini menunjukkan tax ratio menjadi lebih tinggi karena Gross Domestic Product (GDP) kenaikannya hanya 8 persen sehingga akan menjadi lebih baik.

"Untuk pajak nonmigas, ini menggambarkan denyut ekonomi kita yang tidak terpengaruh dari migas, itu pun pertumbuhannya tinggi," ucapnya.

Untuk PPh nonmigas tumbuh 15 persen, sedangkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) masih tumbuh 14,1 persen. "Mungkin kalau PBB (Pajak Bumi Bangunan) tidak terlalu karena volatile pertumbuhannya. Yang paling penting PPh nonmigas dan PPN yang menggambarkan kegiatan ekonomi nasional kita. Pabean dan cukai juga sangat positif," tuturnya.

Selain itu, pertumbuhan penerimaan cukai sebesar 13,2 persen dan bea masuk tumbuh sebesar 13,1 persen. Namun, bea keluar tumbuh 76 persen atau melonjak dua kali lipat dari yang dianggarkan akibat meningkatnya harga komoditas.

"Tapi karena basisnya kecil sehingga tidak terlalu mempengaruhi tetapi bagi kinerja bea cukai ini sangat cukup positif," katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
11 hari lalu

DJP Kejar Sisa Target Pajak Rp750 Triliun hingga Akhir 2026, Bidik E-Commerce hingga Migas

16 hari lalu

Satgas PKH Serahkan Rp13,24 Triliun dan 259.230 Ha Lahan, Jaksa Agung: Wujud Nyata Kehadiran Negara

1 bulan lalu

Purbaya Sadewa Sebut Bisa Tidur Nyenyak Usai Lepas Jabatan Menkeu

1 bulan lalu

Suahasil Ungkap Arahan Khusus dari Prabowo usai Dilantik Jadi Menkeu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal