IMF Sebut Negara Berkembang Terancam Alami Guncangan Ekonomi

Antara
Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva. (Foto: Reuters)

Kepada pembuat kebijakan, Georgieva menyebut bahwa ini adalah waktu yang jauh lebih kompleks dan membutuhkan penanganan yang tepat untuk membuat kebijakan.

"Harga kesalahan langkah kebijakan, harga komunikasi yang buruk tentang niat kebijakan sangat tinggi," ucapnya.

Dia juga mendesak kepada para pembuat kebijakan untuk menurunkan inflasi, menerapkan kebijakan fiskal yang bertanggung jawab, dan menjaga stabilitas keuangan.

"Jika kita ingin membantu orang dan melawan inflasi, kita harus memastikan bahwa kebijakan fiskal dan moneter berjalan beriringan. Ketika kebijakan moneter mengerem, kebijakan fiskal tidak boleh menginjak pedal gas, itu akan membuat perjalanan yang sangat berbahaya," tuturnya.

Sejak pandemi, IMF telah memberikan 260 miliar dolar AS dalam bentuk dukungan keuangan kepada 93 negara. Sejak perang Rusia-Ukraina, IMF telah mendukung 18 program baru dan tambahan dengan hampir 90 miliar dolar AS.

"Dan kami sekarang memiliki 28 negara tambahan yang menyatakan minatnya untuk menerima dukungan dari IMF," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
18 hari lalu

Cadangan Devisa RI Capai 146,2 Miliar Dolar AS, BI Sebut Lampaui Standar IMF

Nasional
24 hari lalu

OJK Pastikan Status RI di MSCI Tetap Emerging Market, Tak Turun Kelas

Nasional
2 bulan lalu

Purbaya Sebut IMF Puji RI 'Bright Spot' dalam Ekonomi Global

Nasional
2 bulan lalu

Di Forum IMF, Purbaya Target Ekonomi RI Tembus 6%

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal