IMF Sepakat Beri Pinjaman Rp43 Triliun untuk Sri Lanka

Aditya Pratama
Sri Lanka telah mencapai kesepakatan awal dengan IMF ntuk memperoleh pinjaman sekitar 2,9 miliar dolar AS atau setara Rp43,21 triliun. (Foto: Reuters)

Warga Sri Lanka telah menghadapi kekurangan bahan bakar dan barang-barang pokok lainnya selama berbulan-bulan, memicu protes yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memaksa perubahan dalam pemerintahan.

Ranil Wickremesinghe, seorang anggota parlemen veteran yang mengambil alih sebagai presiden pada bulan Juli. Dia menghadapi perjuangan berat untuk menstabilkan ekonomi, yang telah diterpa inflasi yang tak terkendali yang sekarang mencapai hampir 65 persen tahun-ke-tahun.

Wickremesinghe, yang juga menjabat sebagai menteri keuangan negara itu, pada hari Selasa mempresentasikan anggaran sementara yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan dengan IMF.

Anggaran merevisi proyeksi defisit Sri Lanka untuk 2022 menjadi 9,8 persen dari produk domestik bruto dari 8,8 persen sebelumnya, sambil menguraikan reformasi fiskal, termasuk kenaikan pajak pertambahan nilai. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
25 hari lalu

Kopdes Merah Putih Dapat Pinjaman Rp3 Miliar, Purbaya Yakin Minim Risiko Gagal Bayar

1 bulan lalu

19 Orang Tewas dalam Kerusuhan Penjara di Sri Lanka, Diduga Dipicu Perebutan Kendali Narkoba

2 bulan lalu

Akankah Krisis Nilai Tukar 1997 Terulang?

2 bulan lalu

Chatib Basri Beberkan 3 Tugas Menkeu Hadapi Tekanan Fiskal: Potong, Naikkan, Pinjam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal