Tiket Pesawat Pemicu Inflasi Mei 0,07 Persen

Aditya Pratama
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sektor transportasi menyumbang angka inflasi tertinggi selama bulan Mei 2020. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sektor transportasi menyumbang angka inflasi tertinggi selama bulan Mei 2020. Padahal, di tengah pandemi virus corona (Covid-19) pemerintah telah melarang masyarakat mudik sebagai upaya penanggulangan penyebaran virus tersebut.

Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan, dari inflasi sebesar 0,87 persen, sektor transportasi menyumbang angka yang paling besar sebesar 0,10 persen. Adapun transportasi yang memberikan andil terbesar inflasi ada tarif angkutan udara.

"Meskipun pemerintah sudah mengimbau untuk tidak mudik masih ada penumpang yang melakukan perjalanan dan kalau kita lihat tarif angkutan udara memberikan andil kepada inflasi 0,08 persen, demikian juga tarif Kereta Api yang memberikan andil sebesar 0,02 persen," ujar Suhariyanto dalam video conference, Selasa (2/6/2020).

Suhariyanto menambahkan, tarif angkutan udara antarkota terjadi di 39 kota dan yang memimpin kenaikan tarif tertinggi di Gunung Sitoli sebesar 38 persen. Namun, jika dibandingkan dengan bulan Ramadan dan Idul Fitri tahun 2019, andil inflasi dari sektor transportasi masih tercatat rendah.

"Itu yang menyebabkan transportasi memberikan andil paling besar pada bulan Mei 2020 tapi kalau kita bandingkan pada posisi ramadan atau lebaran tahun tahun sebelumnya tetap saja inflasinya sangat rendah," kata dia.

Selain sektor transportasi, inflasi tinggi lainnya turut disumbangkan oleh kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,27 persen. Sementara itu, untuk kelompok lainnya masih landai dan tidak memberikan sumbangan kepada inflasi.

"Seperti perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 0,12 persen hanya memberikan andil sebesar 0,01 persen. Untuk perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga terjadi inflasi yang juga sangat tipis yaitu 0,04 persen sumbangannya adalah 0,01 persen," ucap Suhariyanto.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
2 hari lalu

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Ekonom Soroti Efek Domino ke Ekonomi RI

6 hari lalu

Konflik AS-Iran Makin Memanas, Harga Minyak Dunia Kembali Tembus 100 Dolar AS per Barel

8 hari lalu

Tok! BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen

14 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal