Jokowi Minta Inflasi Jangan Terlalu Rendah

Rina Anggraeni
Presiden Joko Widodo. (Foto: Humas Setkab)

JAKARTA, iNews.id - Inflasi selama lima tahun terakhir berada di level rendah. Namun, rendahnya inflasi tak berarti ukuran pengendalian harga dengan baik, melainkan juga daya beli masyarakat yang kemungkinan tertekan.

Sejak 2015 hingga 2019, inflasi masing-masing berada di level 3,35 persen, 3,02 persen, 3,61 persen, 3,13 persen, dan 2,72 persen. Sementara inflasi pada tahun ini baru 1,42 hingga September.

Presiden Jokowi meminta kepada para menteri untuk menjaga keseimbangan dalam perekonomian. Salah satunya soal inflasi yang tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Kondisi perekonomian di 2020 sangat beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini kita dituntut mampu mempertahankan tingkat inflasi agar tidak terlalu rendah. Inflasi harus kita jaga pada titik keseimbangan agar memberikan stimulus pada priodusen untuk tetap berproduksi," ujarnya secara virtual, Kamis (22/10/2020).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, menjaga kesembangan supply dan demand sangat penting. Harga tidak terlalu anjlok saat pandemi, namun saat ekonomi mulai pulih dan daya beli masyarakat kembali normal, tidak terjadi tekanan signifikan terhadap harga-harga.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Razman Singgung Isu Ijazah Jokowi Tak lagi Murni Kasus Hukum: Ada Kepentingan Politik

Nasional
4 jam lalu

Refly Harun: Roy Suryo cs Tak Pernah Bilang Jokowi Palsukan Ijazah, tapi...

Nasional
5 jam lalu

Ukuran 2 Salinan Ijazah Disorot Roy Suryo, Pengacara Jokowi: Cuma Persoalan Fotokopi

Nasional
1 hari lalu

Dokter Tifa Ungkap Ilusi Transparansi Ijazah Jokowi: Kita Dipaksa Percaya Dokumen Itu Asli

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal