Presiden Jokowi saat berpidato di CEO Forum, Jakarta, Kamis (28/11/2019). (Foto: Humas Setkab)
Isna Rifka Sri Rahayu

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) menjadi persoalan yang tak kunjung selesai dalam sepuluh tahun terakhir. Dia yakin masalah ini akan selesai dalam beberapa tahun lagi.

"Saya yakin dengan transformasi ekonomi yang dikerjakan, pemerintah akan bisa menyelesaikan ini dalam waktu 3, maksimal 4 tahun," kata Presiden dalam acara CEO Forum di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Bank Indonesia mencatat, CAD pada kuartal II-2019 mencapai 31,1 miliar dolar AS, setara 2,98 persen dari PDB. Defisit tersebut merupakan yang tertinggi sejak 2015.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, pemerintah telah memiliki kerangka strategi untuk menyelesaikan CAD. Caranya fokus mengurangi ketergantungan ekspor pada komoditas mentah.

"Harga komoditas selalu membayangi ekonomi karena turunnya harga komoditas pasti akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Selain itu, kata Presiden, impor energi, terutama migas juga akan dikurangi besar-besaran. Di samping itu, pengurangan impor juga akan dilakukan terhadap bahan baku dan barang modal seara bertahap.

Presiden menilai, bahan baku dan barang modal nantinya diarahkan untuk diolah menjadi barang siap ekspor, bukan barang konsumsi domestik. Menurut dia, kalau bahan baku dan barang modal diolah untuk konsumsi domestik, maka memperlebar CAD sehingga berdampak pada gejolak rupiah.

"Oleh sebab itu, ke depan kita memiliki agenda besar yaitu meningkatkan ekspor dan produk substitusi impor. Dua hal ini yang menjadi agenda yang berkaitan dengan ekspor, dengan impor,” ucap Presiden.


Editor : Rahmat Fiansyah

BERITA TERKAIT