Kelistrikan Kalimantan Siap Sambut Ibu Kota Negara Baru

Yanto Kusdiantono
kebutuhan listrik untuk Ibu Kota baru diperkirakan mencapai 500 MW dan diyakini bisa dipenuhi. (Foto: Istimewa)

Untuk itu, kata dia, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan pasokan listrik untuk Ibu Kota baru di Kalimantan. Apalagi pada 2024 nanti, pasokan listrik di wilayah itu diproyeksikan mencapai 4.000 MW. 

MoU dengan Industri

Dengan kondisi kelistrikan yang diperkirakan terus mengalami surplus, PLN Regional Kalimantan saat ini sedang gencar melakukan pendekatan kepada industri untuk menyerap listrik. PLN telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perusahaan dengan total kapasitas listrik yang dibutuhkan sekitar 500 MW.

"Kami perkirakan 1-2 tahun ke depan mereka siap sambil kita bangun transmisinya," ujar dia. 

Dalam MoU tersebut beberapa sektor industri yang sudah menyatakan minatnya untuk menyerap listrik PLN adalah perkebunan kelapa sawit, smelter, migas, dan kawasan industri. "Total ada tujuh perusahaan yang melakukan MoU," ujar Machnizon. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internasional
8 hari lalu

Trump Ancam Hancurkan Pembangkit Listrik Iran dalam 48 Jam jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Nasional
12 hari lalu

Hore! Pemerintah Tak Naikkan Tarif Listrik April-Juni 2026

Nasional
17 hari lalu

PLN Ungkap Sisa Cadangan Batubara untuk Pembangkit Listrik jelang Lebaran di Atas 19 Hari

Nasional
18 hari lalu

Prabowo Dorong Transisi Energi, Targetkan Bangun 100 Gigawatt Pembangkit Tenaga Surya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal