JAKARTA, iNews.id – Selama sepuluh tahun terakhir, eksplorasi yang dilakukan para kontraktor migas, termasuk kontraktor asing di Indonesia hanya merambah area brown field, yaitu wilayah yang sebelumnya sudah dieksplorasi.
Direktur Center for Energy Policy Kholid Syeirazi mengatakan, sampai saat ini tidak ada eksplorasi di wilayah baru yang masih perawan atau dikenal sebagai green field. “Ini yang disebut eksplorasi konservatif, yaitu dilakukan di area yang sudah dirambah. Caltex melakukan, begitu juga Exxonmobil di Blok Cepu,” kata Kholid dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/9/2018).
Untuk itu, Kholid berharap, agar semua pihak memberikan dukungan kepada para kontraktor, termasuk PT Pertamina (Persero) supaya lebih fokus merambah area perawan. Dukungan sangat diperlukan, lantara kondisi konservatif pada eksplorasi, terjadi karena regulasi hulu migas yang memang tidak pasti.
“Dukungan tersebut penting, karena potensi kita masih berlimpah. Jangan lupa, dari 128 cekungan, baru 38 yang digarap. Sisanya, 90 belum,” kata dia.
Di sisi lain, di tengah kondisi saat ini, Kholid tetap memberi apresiasi kepada Pertamina yang sudah cukup agresif dalam melakukan eksplorasi di dalam negeri. Menurut Kholid, upaya Pertamina memang harus didukung, karena eksplorasi memang sangat berisiko. Tidak semua eksplorasi akan membuahkan hasil. Makanya, ikhtiar Pertamina harus diapresiasi,” katanya.