Pertamina, kata dia, memang harus melakukan berbagai eksplorasi. Sebab, sebagai industri migas yang juga bergerak pada sektor hulu, eksplorasi adalah nyawa. Semua kegiatan, harus bermulai dari kegiatan eksplorasi. Semakin banyak eksplorasi maka semakin memungkinkan untuk meningkatkan produksi. “Tanpa eksplorasi tidak mungkin ada lifting, tidak mungkin ada produksi, dan tentu saja tidak bisa menemukan cadangan. Tanpa eksplorasi, nothing,” kata Kholid.
Sebagai catatan, pada 2018, Pertamina dinilai agresif melakukan eksplorasi di dalam negeri. Untuk seismik 2D misalnya, Pertamina telah menyelesaikan 153 km. Angka tersebut masih terus meningkat, karena Pertamina sendiri memproyeksikan sepanjang 2.590 km sampai akhir 2018.
Begitu pula untuk seismik 3D, Pertamina telah melakukan seluas 419 Km2. Hingga akhir 2018, BUMN ini memproyeksikan 869 Km2 untuk seismik 3D. Kegiatan seismik 2D dan 3D tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah kerja Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi.