Kuartal I, Defisit APBN 2019 Tembus Rp102 Triliun

Rully Ramli
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman (tengah) saat memaparkan realisasi APBN 2019 per 31 Maret 2019 di Jakarta, Senin (22/4/2019). (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN hingga 31 Maret 2019 mencapai Rp102 triliun. Angka itu setara 0,63 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Defisit APBN tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saat itu, APBN 2018 mencatat defisit Rp85,8 triliun atau setara 0,58 persen terhadap PDB.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu, Luky Alfirman menjelaskan, defisit tersebut disebabkan realisasi belanja yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan. 

"Pemerintah sudah mengucurkan dana untuk belanja sebesar Rp452,1 triliun, tumbuh 7,7 persen dari periode yang sama tahun lalu," kata Luky saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Realisasi belanja tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp260,7 triliun dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar Rp191,3 triliun.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
4 hari lalu

DJP Kejar Sisa Target Pajak Rp750 Triliun hingga Akhir 2026, Bidik E-Commerce hingga Migas

9 hari lalu

Satgas PKH Serahkan Rp13,24 Triliun dan 259.230 Ha Lahan, Jaksa Agung: Wujud Nyata Kehadiran Negara

30 hari lalu

Purbaya Sadewa Sebut Bisa Tidur Nyenyak Usai Lepas Jabatan Menkeu

31 hari lalu

Suahasil Ungkap Arahan Khusus dari Prabowo usai Dilantik Jadi Menkeu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal