Lazada, JD.id dan Shopee Akan Buka Data Perdagangan Cross Border

Isna Rifka Sri Rahayu
Asosiasi E-Commerce Indonesia (Indonesian E-Commerce Association/idEA) menyanggupi membuka data transaksi perdagangan cross border e-commerce. (Foto: Shutterstock)

Dia melanjutkan, tidak semua e-commerce yang akan dimintai data perdagangan ini melainkan hanya beberapa e-commerce yang menyediakan transaksi cross border. Dengan demikian, seharusnya pengumpulan data ini akan jauh lebih mudah dilakukan.

"Tidak lebih dari lima platform yang terlibat. Karena cuma segitu yang melayani transaksi cross border," kata dia.

Adapun platform e-commerce tersebut yang memiliki cabang di luar negeri seperti Lazada, JD.id, dan Shopee. Pasalnya, ketiga e-commerce tersebut merupakan milik perusahaan dari China dan Singapura.

"Biasanya platform yang melakukan cross border adalah platform yang juga beroperasi di luar negeri. Yang lokal dan tidak punya cabang di luar negeri tidak melakukan cross border," tutur dia.

Saat ini barang-barang luar negeri yang diperdagangkan melalui e-commerce terus mengalami peningkatan,  sehingga dikhawatirkan akan membanjiri perdagangan dalam negeri dan berpotensi menyebabkan perdagangan yang tidak sehat di Indonesia.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
21 hari lalu

Indonesia Dorong 4,4 Juta Pelaku Retail dan e-Commerce Tumbuh

1 bulan lalu

Berburu Fashion di Warehouse Lebih Memuaskan daripada Checkout di HP? Ini Faktanya!

2 bulan lalu

E-Commerce Indonesia Ekspansi Rambah Kawasan Asia Tenggara, Thailand Pasar Pertama

8 bulan lalu

Purbaya Beberkan Rencana Pajaki Toko Online: Tunggu Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal