LG dan CATL Akan Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik, Bagaimana dengan Tesla?

Suparjo Ramalan
Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Ist)

Pemerintah terus memastikan ekosistem industri baterai kendaraan listrik menjadi wacana yang menarik perhatian investor dalam dan luar negeri. Perhatian itu didasari pada bentuk energi masa depan di hampir banyak negara yang akan dikonversi menjadi baterai.

Pembangunan EV merupakan kesempatan emas bagi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai negara produsen kendaraan listrik di tengah wacana penggunaan energi baru terbarukan atau renewable energy yang menjadi topik hangat negara-negara maju dunia. Indonesia juga dinilai mampu membangun industri baterai kendaraan listrik secara terintegrasi. 

Keyakinan itu bertolak dari kondisi ekonomi Indonesia yang diklaim menempati posisi ke-7 sebagai negara dengan ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2020. "Dalam perjanjian itu tidak hanya yang namanya batre listrik untuk mobil, tapi juga bicara untuk motor. Indonesia salah satu market terbesar motor dunia, di situ ingin jadi leading sector. Tidak hanya di situ, kita juga salah satunya poin perjanjian ini untuk batre stabilisator yang mana penting ke depan untuk renewable energy atau power listrik, di mana, itu jadi leading sector," tutur Erick. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
1 hari lalu

SUGBK Baru 86 Persen Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Abu Vulkanik Jadi Sorotan

2 hari lalu

China Pamer Teknologi Baterai LFP Generasi Terbaru, Produksi Lebih Cepat 7,5 Sel per Menit

3 hari lalu

Timnas Indonesia U-20 Lolos Piala Asia U-20 2027, Erick Thohir Pasang Target Lebih Gila

5 hari lalu

Prabowo Panggil Rosan hingga Bahlil ke Hambalang, Bahas Hilirisasi-Penataan BUMN

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal