Marak Komisaris BUMN Mundur karena Jadi Timses Capres-Cawapres, Ini Respons DPR

Suparjo Ramalan
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima. (Foto: istimewa)

Tak hanya bos-bos perseroan saja, Aria Bima menyebut staf atau karyawan BUMN juga dilarang berpolitik praktis dengan melibatkan diri ke dalam aksi konsolidasi masa. Larangan lain berupa belanja BUMN yang dialokasikan untuk mendukung salah satu pasangan calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Termasuk, pemilihan legislatif dan kepala daerah. 

“Jangan BUMN dilibatkan bagian dalam mobilisasi, dukungan, dan lain-lain sebagainya, juga urusan staf dan karyawan BUMN dan juga belanja BUMN jangan diarahkan menyangkut masalah pilpres, pileg, dan pilkada juga," ujar Aria Bima.

Hal itu, lanjutnya, juga merupakan bentuk tanggung-jawab seluruh unsur pemerintah, baik Aparat Sipil Negara (ASN) hingga pejabat BUMN dalam menjaga demokrasi dan jalannya pemilu yang netral.

“Kan kita pengen aparat negara, termasuk badan usaha milik negara, TNI, Polri, ASN netral, ya kalau mau aktif di politik, caleg atau calon kepala daerah atau timses ya mundur, itu sudah ada aturannya,” tutur Bima.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
3 hari lalu

InJourney Airports Dinobatkan Jadi Sector Champion Danantara CX100 Award

5 hari lalu

PLN Raih Sector Champion dan Runner Up BUMN Layanan Terbaik Danantara Indonesia CX100 Award 2026

8 hari lalu

Pabrik Tepung Telur dan Daging bakal Dibangun, Siapkan Ekosistem Peternakan Terintegrasi 

10 hari lalu

Danantara Merger 23 BUMN Kawasan Industri, bakal Jadi Terbesar di Asia Tenggara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal