Marak PHK hingga Penutupan Pabrik, Industri Tekstil Terkontraksi pada Kuartal II 2024

Anggie Ariesta
BPS mencatat pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi per kuartal II 2024 terkontraksi. (Foto: SINDO)

Menurutnya, terdapat sejumlah persoalan yang menyebabkan industri tekstil Tanah Air mengalami tekanan. Pertama, terkait mesin dan kedua biaya operasional. 

"Yang kedua, biaya ekonominya lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara lain," ucapnya.

Bahlil menilai, kedua hal tersebut memengaruhi produktivitas kerja. Maka dari itu, Bahlil mengimbau agar masalah menjadi fokus agar diselesaikan secara adil.

"Hak-hak buruh itu memang harus diperhatikan, tapi di satu sisi, buruh juga harus memperhatikan keberlangsungan perusahaannya. Kalau itu tutup, ya yang rugi kan semuanya," ujarnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Duh! Harga Telur Ayam Ras Naik di 210 Daerah Jelang Lebaran 

Nasional
19 hari lalu

Inflasi RI di Februari 2026 Tembus 0,68%, Dipicu Harga Daging Ayam hingga Emas Perhiasan

Bisnis
19 hari lalu

Surplus Neraca Perdagangan RI Menyusut ke 0,95 Miliar Dolar AS di Awal 2026

Bisnis
19 hari lalu

BPS Catat Impor RI Januari 2026 Melonjak 18,21% jadi 21,20 Miliar Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal