Menakar Peluang Kenaikan Rating Surat Utang Indonesia

Ade Miranti Karunia Sari
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

“Jika BUMN gagal bayar, yang akan menanggung adalah APBN sebagai collateral. Ini yang mesti diperhatikan pemerintah ke depannya,” ucapnya. 

Sementara itu, Ekonom BCA David Sumual juga belum melihat adanya tanda-tanda lembaga pemeringkat, terutama S&P yang akan mengerek rating surat utang Indonesia dalam waktu dekat.

Berdasarkan pengalaman, Indonesia membutuhkan waktu tiga tahun untuk menaikkan rating BBB- menjadi BBB pada tahun 1995. Dia mengatakan, pemerintah harus berupaya mengurangi defisit dengan mendongkrak penerimaan negara. Selain itu, defisit transaksi berjalan juga perlu ditekan dengan meningkatkan kinerja ekspor.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
1 hari lalu

Ekonomi RI Tumbuh 5,47 Persen di Kuartal III 2026, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga

3 hari lalu

Menkeu Suahasil Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,4-5,5 Persen pada 2026

5 hari lalu

GREAT Institute Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2-5,4 Persen di Kuartal III 2026

11 hari lalu

Peraih Nobel Ekonomi Ungkap Kunci RI Keluar dari Middle Income Trap, Apa Itu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal