Menko Darmin Beberkan Fakta Penyebab Telur Ayam Mahal

Isna Rifka Sri Rahayu
Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Apalagi, lanjutnya, tahun ini pemerintah menetapkan hari libur Lebaran lebih lama dari biasanya yaitu 10 hari sejak 11-20 Juni 2018. Hal tersebut tentu membuat para pedagang pasar banyak yang memilih libur.

"Lebaran itu, tahun ini liburnya banyak berarti yang jualan tidak banyak, itu juga ada pengaruhnya," ucapnya.

Oleh karena itu, ia akan berbicara dengan beberapa perusahaan besar yang terkait agar tidak menetapkan harga telur seenaknya. Sebab, harga tersebut sudah di jauh dari bandero yang ditentukan pemerintah.

Harga telur ayam ini di atas harga acuan yang ditetapkan pemerintah dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 27 Tahun 2017, di mana banderol di tingkat produsen sebesar Rp18.000 per kg dan di tingkat konsumen Rp22.000 per kg.

"Kita harus bicara dengan perusahaan, dua atau tiga perusahaan terbesar itu supaya mereka tidak boleh menyetel supaya harganya naik," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemerintah Ajukan 18 Komoditas RI untuk Bebas Tarif AS 

57 tahun lalu

Airlangga Pimpin Rakortas Bareng Jajaran Menteri Ekonomi, Rumuskan Paket Stimulus 

57 tahun lalu

Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman, Harga Sejumlah Komoditas Mulai Turun 

57 tahun lalu

Kemenhub bakal Evaluasi Penyesuaian Tarif Tiket Pesawat Imbas Kenaikan Harga Avtur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal