Pemerintah Diminta Segera Rampungkan RUU Migas dan Minerba

Rully Ramli
Ilustrasi. (Foto: Reuters)

Dia juga menyebut, lambatnya pembahasan RUU Migas telah memberi dampak buruk terhadap kegiatan hulu migas Tanah Air. Ini bisa dibuktikan dari minimnya kegiatan eksplorasi migas tiap tahunnya. Walhasil, produksi migas cenderung stagnan dan mengalami penurunan.

"2019 target ada 50 sumur baru yang dieksplorasi. Sementara pada 2018 pengeboran sumur migas mengalami penurunan terendah, dengan 21 sumur tereksplorasi, dari target yang mencapai 54 sumur," tutur Andang.

Kemudian juga ia menggarisbawahi kilang minyak yang masih belum juga terbangun. Hal tersebut membuat kapasitas kilang minyak nasional tak bertambah dan membuat Indonesia lebih memilih impor produk Bahan Bakar Minyak (BBM) dari luar negeri.

Andang menyarankan kepada pemerintah, agar prioritas pembangunan kilang, seharusnya sama dengan prioritas pembangunan infrastruktur lainnya. "Usulan kita ini harus jalan, kalau bisa harus drastis. Kalau paradigma masih sama, membisniskan kilang, thats it, selesai, kita akan terus bersamaan dengan tetangga, seperti Singapura," tuturnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Bahlil Ungkap Rencana Badan Usaha Khusus Gantikan SKK Migas, Langsung di Bawah Presiden

2 bulan lalu

Prabowo Minta DEN Genjot E20 hingga E50, 45.000 Sumur Minyak Ikut Dioptimalkan

2 bulan lalu

Prabowo Kirim Surpres ke DPR, Tunjuk 5 Menteri Siapkan RUU Migas

2 tahun lalu

Sah! DPR Sepakat RUU Minerba jadi UU 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal