Persoalkan Produk Sawit, Uni Eropa Diduga Tekor Dagang dengan RI

Rully Ramli
Staf Khusus Menteri Luar Negeri Peter Frans Gontha. (Foto: iNews.id/Rully Ramli)

Adapun total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa mencapai 31,2 miliar dolar AS atau meningkat 8,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017 (year on year/yoy). UE sendiri merupakan tujuan ekspor dan asal impor nonmigas terbesar ketiga bagi Indonesia.

Peter menjelaskan, putusan penghapusan penggunaan biofuel yang berbasis kelapa sawit oleh 28 negara di Eropa itu kemungkinan akan dibahas dalam sidang Parlemen Eropa pada tanggal 25-28 Maret 2019 atau di 15 April 2019. "Atau bahkan menunggu pemilihan umum parlemen. Jadi kita memang belum tahu keputusan ini keluar kapan, kita harus lihat satu sampe 3-4 hari ke depan," katanya.

Dia menyatakan, Indonesia sendiri akan terus memperjuangkan diskriminasi yang dilakukan Uni Eropa terhadap kelapa sawit. Hal itu dilakukan dengan mengajukan gugatan lewat Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO). "Ini kita harus perjuangkan," ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Gempur Ukraina Pakai Rudal Oreshnik, Rusia: Peringatan untuk NATO

Internasional
18 hari lalu

Trump Ingin Rebut Greenland, Uni Eropa Tegaskan Dukung Denmark

Nasional
26 hari lalu

Konsumsi Minyak Sawit Nasional Tahun Ini Naik 5,13%, Tembus 18,5 Juta Ton

Nasional
26 hari lalu

Dorong Swasembada Energi, Prabowo Ingin Papua Ditanam Sawit hingga Singkong

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal