JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda optimisme bangkit. Adapun perekonomian Tanah Air turut terkena dampak pandemi Covid-19 sejak periode 2020.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Heru Kristiyana mengatakan, pada kuartal II dan III 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia telah menunjukkan ekspansi masing-masing 7,07 persen year on year (YoY).
"Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 3,7 sampai 4,5 persen. Beberapa lembaga negara dunia seperti World Bank juga turut memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada akhir 2021 dapat mencapai 3,7 persen," ujar Heru dalam Dialog Interaktif OJK, Jumat (26/11/2021).
Selain itu, Heru menyebut bahwa stabilitas ekonomi dan sistem keuangan juga sempat terancam pada krisis awal pandemi Covid-19, namun telah kembali membaik dan tetap terjaga.
Kemudian, dia bilang, untuk institusi perbankan, juga mencatatkan tren pertumbuhan aset kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tetap terjaga dengan baik dan stabil. Berikutnya, tercermin dari penyaluran kredit juga tumbuh positif sejak pertengahan 2021. Per Oktober kredit tumbuh sebesar 3,24 persen year on year dengan risiko kredit yang masih berada dalam rentan aman.
"Kita mencatat juga bahwa permodalan tergolong kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,34 persen, kemudian juga dengan pertumbuhan DPK sebesar 9,4 persen. Tentunya ini turut mendukung industri perbankan," kata dia.
Kemudian, profitabilitas pun turut membaik, hal ini terlihat dari rasio Net Interest Margin (NIM) dan Return on Asset (ROA). Masing-masing 4,52 persen dan 1,92 persen.