PLN Minta Harga Murah, Pengembangan Listrik Panas Bumi Jadi Terhambat

Suparjo Ramalan
Biaya pengembangan (development cost) masih menjadi masalah utama bagi bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di sektor ketenagalistrikan. (Foto: Ist)

Dalam kajiannya, panas bumi yang ditargetkan RUEN sepanjang 2020 berada di angka 3.109,5 megawatt (MW). Sementara realisasinya atau kapasitas terpasang baru dikisaran 2.131 MW. 

Hal ini menyebabkan adanya celah (gap) sebesar 1.000 sekian MW.  Di sisi lain, geothermal dalam RUPTL tahun 2019-2028 ditargetkan pemerintah di kisaran 2.289,5 MW. 

Dengan begitu, target RUEN tercatat lebih tinggi dibandingkan realisasinya dan proyeksi RUPTL. "Walaupun kita juga tahu RUPTL kita, kalau kita lihat apa yang tercantum dalam RUPTL tahun 2019-2028, itu mereka (pemerintah) menargetkan sekitar 2.289,5 MW jadi perlu ada satu revisi mengenai RUPTL dengan RUEN kita. RUEN kita tinggi sekali, itu memerlukan, otomatis bagaimana mengimplementasikan target tersebut di dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang mendorong tumbuhnya daripada panas bumi," tutur dia. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
2 hari lalu

Perkuat Fondasi Infrastruktur Digital Indonesia, PLN Siap Pasok Daya Andal untuk Jaringan Usaha Telkom Group

7 hari lalu

Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen melalui Program Energi Berdikari

8 hari lalu

PLN Kembangkan Solusi Layanan Kelistrikan Terintegrasi untuk Rumah Tangga hingga Dunia Usaha

11 hari lalu

Jaga Keandalan Listrik Sulawesi, PLN Tambah Pembangkit 50 MW di Sigi Sulteng

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal