Pungutan Ekspor Bukan Penyebab Turunnya Harga TBS Sawit

Isna Rifka Sri Rahayu
Pungutan ekspor sawit dituding menjadi biang keladi turunnya harga tandan buah segar (TBS) sawit petani belakangan ini. (Foto: Reuters)

Hal ini agar pemerintah memacu para produsen sawit untuk mengolah sawit menjadi produk ekspor yang bernilai tambah, bukan sebagai bahan mentah. Dengan demikian, pemerintah bisa turut menggenjot tingkat ekspor sawit.

"Jadi ada upaya untuk meningkatkan ekspor produk hilir sawit yang memiliki nilai tambah tinggi," kata dia.

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) sebelumnya meminta pemerintah melanjutkan kebijakan pungutan ekspor  sawit. Dana pungutan telah dirasakan petani melalui berbagai kegiatan, seperti peremajaan sawit rakyat (PSR), beasiswa anak petani serta buruh sawit, dan pelatihan kompetensi petani.

"Apkasindo tegaskan pungutan ekspor harus dipertahankan, karena program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan perekonomian nasional serta daerah,” ujar Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat ME Manurung seusai bertemu dengan Ketua Dewan Pembina DPP Apkasindo Moeldoko di Jakarta, kemarin.

Gulat Manurung menolak tuduhan sejumlah pihak bahwa pungutan ekspor menjadi biang keladi turunnya harga tandan buah segar (TBS) sawit petani belakangan ini sebagaimana pendapat beberapa pihak. Itu sebabnya, PE perlu diberlakukan kembali walau besarannya harus disesuaikan.

"Sebab lagi-lagi saya katakan, PE tidak ada kaitannya dengan penurunan harga TBS petani,” katanya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
14 hari lalu

Pemerintah Segel Lahan Bekas Karhutla 2.400 Hektare yang Ditanami Sawit di Kalbar, Langsung Diproses Pidana

14 hari lalu

Duh! Lahan Bekas Karhutla 2.400 Hektare di Kalbar Mulai Ditanami Sawit

31 hari lalu

Polisi Ungkap Motif 72 Tersangka Karhutla: Pembukaan Lahan untuk Tanam Sawit

4 bulan lalu

Dolar AS Tembus Rp18.100, Amran: Kita Dorong Ekspor, Termasuk Sawit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal