Rombak Direksi BUMN, Erick Thohir: Tidak Ada Like and Dislike

Aditya Pratama
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN).

Menurut dia, sebelum menentukan direksi Kementerian BUMN juga mengecek proyeksi perusahaan. Jika ada yang telah bertahan lama, namun tidak menunjukkan kemajuan, bukan tidak mungkin figur tersebut dianggap kurang cocok sehingga harus diganti.

Mantan bos Inter Milan ini menjelaskan, masuknya figur baru dari kalangan muda dan berkompeten sesungguhnya tidak hanya di Telkom yang kemudian menjadi sorotan. Ada pula di Angkasa Pura.

Dalam paparanya, Erick juga menunjukkan sejumlah roadmap perusahaan pelat merah agar bisnis mereka menjadi lebih fokus. Di klaster farmasi dan kesehatan, misalnya, Kementerian BUMN menjadikan Kimia Farma sebagai perusahaan yang menangani sektor ritel.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Erick Thohir Bongkar Jalan Panjang Indonesia Menuju Piala Dunia 2030 dari Piala Presiden 2026

57 tahun lalu

Danantara Resmi Merger 4 Perusahaan Aset Manajemen, Jadi yang Terbesar di Indonesia

57 tahun lalu

Respons Qodari soal Heboh Pengangkatan Sejumlah Tokoh Jadi Komisaris BUMN

57 tahun lalu

Pemerintah Pangkas 240 BUMN, Tekan Biaya Operasional hingga Tingkatkan Produktivitas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal