Rombak Direksi BUMN, Erick Thohir: Tidak Ada Like and Dislike

Aditya Pratama
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. (Foto: Kementerian BUMN).

Menurut dia, sebelum menentukan direksi Kementerian BUMN juga mengecek proyeksi perusahaan. Jika ada yang telah bertahan lama, namun tidak menunjukkan kemajuan, bukan tidak mungkin figur tersebut dianggap kurang cocok sehingga harus diganti.

Mantan bos Inter Milan ini menjelaskan, masuknya figur baru dari kalangan muda dan berkompeten sesungguhnya tidak hanya di Telkom yang kemudian menjadi sorotan. Ada pula di Angkasa Pura.

Dalam paparanya, Erick juga menunjukkan sejumlah roadmap perusahaan pelat merah agar bisnis mereka menjadi lebih fokus. Di klaster farmasi dan kesehatan, misalnya, Kementerian BUMN menjadikan Kimia Farma sebagai perusahaan yang menangani sektor ritel.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
6 jam lalu

Prabowo Ungkap Rencana Kembali Pangkas BUMN di Akhir 2026: Kita Hemat Rp100 Triliun

11 jam lalu

Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun di Kuartal II 2026, Tumbuh 17,5 Persen

5 hari lalu

Andre Rosiade Bicara Peluang Jadi Ketum PSSI 2027, Tunggu Restu Bos

6 hari lalu

Prabowo: Pimpinan Danantara Pantas Dapat Tanda Kehormatan, Prestasinya Membanggakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal