Rupiah Makin Anjlok Sore Ini, Ditutup ke Rp18.187 per Dolar AS

Anggie Ariesta
Ilustrasi dolar AS menguat pada Senin (8/6/2026) di level 18.187. (Foto: iNews.id)

Laporan NFP yang lebih kuat dari perkiraan mendukung argumen bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga atau bahkan menaikkannya karena para pejabat menilai dampak inflasi dari harga energi yang lebih tinggi. Fokus pasar minggu ini adalah data inflasi AS terbaru berupa Indeks Harga di tingkat Konsumen AS yang akan dirilis hari Rabu.

Dari sentimen domestik, kegelisahan pasar atas agenda pengeluaran besar-besaran Presiden Prabowo terhadap program politik yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, membuat defisit neraca transaksi berjalan melebar. Pelebaran defisit tersebut, terjadi seiring menyusutnya surplus perdagangan Indonesia.

Selain itu, pemerintah harus menghitung ulang dengan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang begitu besar akibat lonjakan harga minyak mentah setelah penutupan Selat Hormuz  di Timur Tengah oleh Iran, sehingga kebutuhan dolar AS tinggi dan membuat utang pemerintah semakin membengkak.

Kemudian, Bank Indonesia mencatat cadangan devisa mencapai 144,9 miliar dolar AS atau setara Rp2.590,2 triliun pada akhir Mei 2026. Cadangan devisa tersebut turun dari bulan sebelumnya sebesar 146,2 miliar dolar AS.

Bahkan, jika ditarik data historis lebih jauh maka cadangan devisa di level 144,9 miliar dolar AS itu merupakan rekor terendah baru sejak Juni 2024 (saat itu cadangan devisa di level 140,2 miliar dolar AS atau dalam 23 bulan terakhir.

Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026 itu setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. 

Oleh sebab itu, BI menilai cadangan devisa tersebut masih mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Bank sentral turut meyakini ketahanan sektor eksternal akan tetap terjaga dengan cadangan devisa tersebut.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Dolar AS Tembus Rp18.100, Amran: Kita Dorong Ekspor, Termasuk Sawit

Nasional
9 jam lalu

Rupiah Tembus Rp18.100 per Dolar AS Pagi Ini, IHSG Terancam Anjlok ke Level Kritis

Internasional
2 hari lalu

Bukan Hanya Rupiah, Won Korea Tersungkur Hadapi Dolar AS: Terburuk sejak 17 Tahun

Nasional
2 hari lalu

Istana Bantah Baru Bergerak saat Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS: Kita Rapatnya Intens

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal