Istana Bantah Baru Bergerak saat Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS: Kita Rapatnya Intens

Felldy Aslya Utama
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (foto: Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menepis tudingan bahwa pemerintah baru bergerak atau baru menggelar rapat koordinasi setelah rupiah anjlok ke level terendah hingga mencapai Rp18.000 per dolar Amerika Serikat. Mensesneg menegaskan koordinasi di antara otoritas ekonomi, baik fiskal maupun moneter intens dilakukan.

Karena itu, dia membantah anggapan pemerintah tidak memiliki langkah cepat dalam mengembalikan kepercayaan pasar.

"Lho, kita rapatnya intens. Pertemuan antara pelaku-pelaku otoritas ekonomi itu intens," kata Mensesneg di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Dia memastikan komunikasi dan upaya stabilisasi adalah proses yang tidak berhenti dilakukan oleh pemerintah bersama Bank Indonesia (BI). 

"Bukan berarti kalau kemudian komunikasi intens terus belum menghasilkan seperti yang kita harapkan, kemudian kita tidak ada komunikasi. Kan nggak begitu juga. Ini kan semua bagian dari upaya," ujarnya.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
4 hari lalu

BI Sebut Rupiah Masih Terkendali meski Dolar AS Menguat, Ini Faktornya

5 hari lalu

Rupiah Nyaris Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, BI Gencar Intervensi Jaga Stabilitas

7 hari lalu

Rupiah Diprediksi Melemah Hari Ini, Dolar AS Bisa Tembus Rp17.960

14 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.899 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal