Selain Rumit, Program Jaminan Kehilangan Pekerjaan Dianggap Diskriminatif

Michelle Natalia
Direktur Trade Union Rights Center (TURC) Andriko Otang mengkritisi aspek kepesertaan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang dinilai sangat rumit. (Foto: Okezone)

"Ketentuan dalam PP JKP menunjukkan bahwa program ini cenderung eksklusif, hanya untuk pekerja formal, dan berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial dan diskriminasi," ucapnya.

Selain hubungan kerja, dia menilai, persyaratan kepesertaan sangat rumit sehubungan dengan kewajiban peserta harus sudah terdaftar pada empat program jamsos lainnya, yakni JKM, JKK, JP, dan JHT. "Menengok data yang dimiliki BPJSTK 2019, hanya ada 15 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJSTK untuk 4 program tersebut dari total 128 juta populasi penduduk bekerja. Berarti hanya ada 11 persen yang bisa terlindungi, atau terdaftar sebagai peserta JKP," tuturnya.

Sementara itu, di program BPJSTK, tidak semua program menjadi kewajiban dari pemberi kerja seperti program JHT dan JP sifatnya tidak wajib. Proses pendaftaran pekerja untuk menjadi peserta BPJS adalah hak prerogatif pemilik kerja. 

"Ketentuan PP JKP bahwa peserta harus terdaftar ini rumit dan mengeliminasi hak pekerja untuk bisa menjadi peserta di situasi ketergantungan tinggi untuk terdaftar pada JKP karena bergantung kewenangan pemilik usaha. JKP tidak akan efektif tanpa penegakan hukum yang kuat," katanya. 

Dia mencatat, tidak akan ada tambahan jumlah peserta JKP jika pemerintah tidak mendorong pengusaha mendaftarkan pekerjanya ke seluruh empat program ini. 

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Prihati Pujowaskito Dilantik Jadi Dirut BPJS Kesehatan, Saiful Hidayat Pimpin BPJS Ketenagakerjaan

Nasional
5 hari lalu

Mensos: 40.000 Peserta PBI BPJS Kesehatan Ajukan Reaktivasi

Nasional
5 hari lalu

Pemerintah Pastikan BPJS PBI 106.000 Pasien Penyakit Kronis Sudah Aktif Lagi

Health
11 hari lalu

BPJS PBI Dinonaktifkan, Begini Cara Pengajuan agar Terdaftar Kembali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal