Serikat Buruh Minta Pemerintah Tahan Gelombang PHK

Dita Angga
Ilustrasi THR. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea meminta pemerintah dapat menahan laju pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini disampaikannya saat mendatangi istana dan bertemu beberapa menteri.

“Soal laju gelombang PHK, supaya pemerintah agar bisa menahan ini dengan memberikan stimulan-stimulan kepada perusahaan yang membutuhkan,” katanya, Rabu (14/4/2021).

Lebih lanjut dia juga memberikan tanggapannya terkait adanya demo-demo pekerja yang dilakukan saat ini. Dia berharap pemerintah mau mendengar akasi-aksi buruh tersebut.

“Ada beberapa banyak serikat buruh dan serikat pekerja yang melakukan aksi-aksi di minggu-minggu terakhir ini dan kemarin juga ada aksi. Dan kami berharap dan kami yakin pemerintah akan mendengar,” ujarnya,

Dia menegaskan, meskipun beberapa bulan ini menghentikan aksi tapi bukan berarti buruh diam. Dia mengatakan, para buruh memahami adanya pandemi Covid-19 sehingga aksi-aksi demo dijaga dengan memperhatikan protokol kesehatan.

“Kami berharap pemerintah secara cepat untuk menjawab tuntutan buruh,” ucapnya.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
9 hari lalu

Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Rampung Oktober 2026

9 hari lalu

Ribuan Buruh Padati Dukuh Atas Demo Sahkan RUU Ketenagakerjaan, Long March dari Semanggi

9 hari lalu

Istana Minta Buruh Demo dengan Tertib: Mari Kita Jaga Kekondusifan

9 hari lalu

KSP Dudung Janji Kawal 11 Tuntutan Buruh hingga ke DPR: Kami Perhatikan dengan Serius

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal