Tagihan Listrik Juni Membengkak, Begini Klarifikasi Lengkap PLN

Djairan
PT PLN (Persero) tengah menerima banyak keluhan dari pelanggan rumah tangga perihal tagihan listrik bulan Juni yang membengkak. (Foto: Dok PLN)

“Kita lihat, mulai dari orang tua yang biasanya ke kantor, sampai anak-anak yang biasanya di sekolah, sekarang semua di rumah. Yang biasanya di rumah cuma sore-malem, sekarang 24 jam ada di rumah, konsumsi listriknya jadi meningkat" kata Yuddy.

Kedua, pada Mei saat memasuki bulan Ramadan. Yuddy menyebut, konsumsi listrik rumah tangga saat bulan Ramadan naik karena aktivitas mulai dari subuh hingga malam menggunakan listrik yang terbilang tinggi.

Ketiga, akibat petugas PLN yang tak lagi mencatat meteran listrik secara langsung karena penerapan PSBB. Akhirnya pencatatan tersebut dihitung rata-rata pemakaian selama tiga bulan terakhir. 

Metode hitungan tersebut dilakukan pertama kali pada pemakaian Maret untuk tagihan rekening April hingga sekarang. “Maka kenaikan konsumsi listrik sejak ada PSBB sampai Mei kemarin seakan tidak disadari, karena petugas kita tidak ke rumah-rumah lagi. Makanya ada enegri yang belum dicatat atau dibayar. Pemakaian Mei juga begitu, untuk rekening Juni maka digunakan hitungan rerata, ada kwh yang belum dicatat dan dibayar, makanya pada kaget melihat kenaikan," kata dia.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Listrik Padam Bergilir di Wilayah Jawa, PLN Minta Maaf

57 tahun lalu

3 Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik Resmi Berstatus PSN

57 tahun lalu

PLN Pangkas Anak Usaha dari 44 Jadi 23 Entitas

57 tahun lalu

Singgung Blackout Sumatra, Pakar ITB Sebut Perubahan Iklim jadi Tantangan Baru Stabilitas Listrik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal