Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto: Ist)
Jeanny Aipassa

JAKARTA, iNews.id – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 5-5,5 persen pada 2022 bisa tercapai. 

Menurut dia, berbagai lembaga ekonomi internasional seperti IMF, Bloomberg, World Bank, ADB, OECD juga memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun depan yang cukup baik. 

Mulai dari IMF yang Juli  lalu memprediksi ekonomi Indonesia pada tahun 2022 akan mencapai pertumbuhan sekitar 4,9 persen. 

Adapun, Bloomberg memprediksi 5,2 persen, World Bank memprediksi sebesar 5 persen, ADB juga 5 persen dan OECD memprediksi 5,1 persen.  

“Secara keseluruhan, perekonomian kita akan bisa bertumbuh di kisaran 5 persen hingga 5,5 persen, seperti target Bapak Presiden,” kata Airlangga, dalam Konferensi Pers Nota keuangan dan RAPBN 2022 yang berlangsung virtual, Senin (16/8/20221).

Pada 2021, pemerintah mempunyai target pertumbuhan sekitar 3,7 hingga 4,5 persen year-on-year yang akan terus dipertahankan pada akhir tahun ini. Target ini tampak cukup optimistis bisa dicapai. 

Apalagi jika melihat peningkatan aktivitas ekonomi Indonesia yang juga tercermin dari peningkatan permintaan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Target penyaluran KUR dari tahun 2015 sampai dengan 2021 terus meningkat dari Rp30 triliun (2015) menjadi Rp253 triliun (2021).

"Penyaluran KUR pada masa pandemi menurun tajam, dari sebesar Rp18,99 T pada Maret 2020 menjadi hanya sebesar Rp4,76 T pada Mei 2020. Namun, penyaluran KUR pada 2021 meningkat kembali, dengan penyaluran Rp25,47 T pada Maret 2021 dan Rp6,83 T pada Mei 2021," kata Airlangga. 

"Realisasi penyaluran KUR meningkat pada 2020 yakni 31 Desember 2020 sebesar Rp198,53 triliun atau 104,49 persen dari target 2020 sebesar Rp190 triliun,” ujar Airlangga.

Realisasl KUR Januari 2021 sampai dengan 2 Agustus 2021 sebesar Rp148,08 atau 53 persen dari target tahun 2021 sebesar Rp253 triliun dan diberikan kepada 3,99 juta debitur, sehingga total Outstanding KUR sejak Agustus 2015 sebesar Rp272,81 triliun dengan NPL sebesar 1,02 persen.

“Sektor UMKM ini sangat membantu perekonomian nasional,” ungkap Menko Airlangga. 

Dia mengakui, pandemi Covid-19 diakui juga meningkatkan angka kemiskinan dari 24,79 juta orang (9,22persen) pada September 2019 menjadi 21,55 juta orang (10,19 persen) pada September 2020, dengan penambahan jumlah orang miskin sebanyak 2,76 juta orang.

"Namun, pada Maret 2021 mulai menurun  0,01 juta orang  (0,05 persen) menjadi 27,54 juta orang (10,14 persen). Tingkat kemiskinan penduduk perkotaan pada Maret 2021 mencapai 7,89 persen atau naik sebanyak 0,14 juta orang, sedangkan tingkat kemiskinan penduduk perdesaan   mencapai 13,10 persen atau turun sebanyak 0,14 juta orang,” ungkap Airlangga.

Garis Kemiskinan (GK) pada Maret 2021 naik menjadi Rp472.525 dimana komoditi makanan menyumbang 74 persen terhadap GK. Komoditas makanan yang menyumbang  terbesar, yaitu beras (20%-24%)  dan   rokok kretek  filter (11-12 persen).    
                       
Pada Agustus 2020, angka pengangguran juga meningkat, menjadi 9,7 persen. Namun, di Februari sudah menurun di angka 8,75 persen, baik pengangguran, karena Covid-19, karena angkatan kerja atau bekerja dengan jam kerja yang lebih pendek.

"Artinya, kebijakan pemerintah telah direspons secara baik dan terus diperbaiki,” tutur Airlangga.

Dalam Anggaran APBN 2022, Airlangga juga menyatakan bahwa pemerintah tetap akan menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Dalam anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), pemerintah sudah mengantisipasi adanya potensi risiko  dampak dari pandemi tersebut di Tanah Air. 

Untuk kebutuhan kesehatan, pemerintah sudah menganggarkan Rp148,1 triliun dalam program PC- PENdimana telah dialokasikan dalam pagu anggaran sebesar Rp115,9 triliun dan Rp32,2 triliun untuk kebutuhan tambahan.

Untuk perlindungan sosial, total kebutuhan perlindungan masyarakat sebesar Rp153,7 triliun yang juga telah dialokasikan dalam pagu anggaran sebesar itu.



Editor : Jeanny Aipassa

BERITA TERKAIT