“Keputusan untuk memberi tahu kebenaran mungkin membuat Najib tidak nyaman, tapi kami sangat yakin dengan mengakui kondisi yang sebenarnya tentang utang kita, bisa membuat pemerintah mengambil langkah konkret untuk meregulasi dan memperkuat keuangan kita,” ujar Lim.
Pernyataan Mahathir dan Lim segera dibalas Najib dengan nada sarkas. Lewat media sosial Facebook-nya, mantan PM Malaysia yang baru dilengserkan itu mengucapkan selamat karena “mengungkap” utang pemerintah Malaysia.
“Sekarang kebenaran terungkap tentang utang nasional RM1 triliun, kami mengucapkan selamat kepada pemerintah baru atas komentar tak perlu yang membuat pasar khawatir, sehingga membuat bursa saham anjlok tajam minggu ini,” kata Najib.
Najib mengimbau kepada pemerintahan baru untuk berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan. Dia kembali menegaskan bahwa rasio utang pemerintah hanya 50,6 persen, bukan 65 persen seperti hitung-hitungan Lim. Najib bahkan menyebut, rasio utang ini jauh lebih rendah dibandingkan saat Mahathir memimpin Malaysia di masa lalu saat rasio utang mencapai 103,4 persen.