JAKARTA, iNews.id - Nama Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi dikaitkan dengan aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026 yang berujung kerusuhan. Hal itu menyusul pernyataan Budi Arie mengenai kemungkinan percepatan Pemilu 2029.
Kuasa hukum Budi Arie, Imam Sofian, menilai pengaitan pernyataan kliennya dengan aksi demonstrasi tersebut terlalu jauh. Dia bahkan menyebut Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, H Kurniawan, terlalu berhalusinasi dalam menghubungkan kedua peristiwa tersebut.
"Jadi kalau dikaitkan dengan demo atau hal-hal yang disampaikan lain tadi oleh Pak Kurniawan, mungkin terlalu halu menurut kami, dari sisi kami ya," kata Imam dalam program Rakyat Bersuara bertajuk 'Bisik-Bisik Percepatan Pemilu, Siapa Mengusik' di iNews, Selasa (15/9/2026).
Imam menjelaskan, pernyataan Budi Arie mengenai percepatan Pemilu 2029 dan aksi demonstrasi 27 Agustus hanya terjadi dalam waktu yang berdekatan. Menurutnya, tidak ada hubungan antara pernyataan tersebut dengan kerusuhan yang terjadi dalam demonstrasi.
"Karena tidak ada korelasinya dengan peristiwa-peristiwa itu. Kebetulan momennya saja, secara spontan ada pertemuan kangen para relawan. Jadi kalau dihubung-hubungkan dengan itu mungkin terlalu jauhlah ya," ujar Imam.