Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung PVMBG, Armen Putra, mengimbau masyarakat yang terdampak sebaran hujan abu agar tetap tenang dan melakukan langkah-langkah antisipasi.
Dampak sebaran abu vulkanik juga terasa hingga operasional penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu. PT Angkasa Pura Aviasi selaku pengelola bandara menyebutkan, sebanyak 20 penerbangan dibatalkan pada Selasa (1/9/2026). Sejumlah penerbangan lainnya mengalami keterlambatan dan perubahan jadwal.
Gangguan tersebut berdampak pada penerbangan domestik maupun internasional. Kondisi penerbangan masih dinamis sehingga perubahan jadwal maupun status penerbangan dapat terjadi sewaktu-waktu, menyesuaikan perkembangan sebaran abu vulkanik dan keputusan masing-masing maskapai.
Sebagai langkah antisipasi demi keselamatan penerbangan, operasional Bandara Internasional Kualanamu juga sempat dihentikan sementara pada Selasa.
Berdasarkan informasi PT Angkasa Pura Aviasi melalui NOTAM A3250/26, Bandara Kualanamu ditutup sementara mulai pukul 10.50 WIB hingga 12.45 WIB akibat dampak sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung.