JAKARTA, iNews.id - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan polemik warga berpenghasilan sekitar Rp3 juta per bulan yang masuk Desil 10 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Gus Ipul menegaskan, penentuan desil dalam DTSEN tidak hanya didasarkan pada besaran penghasilan seseorang. Polemik muncul setelah masyarakat mempertanyakan bagaimana warga dengan penghasilan Rp3 juta per bulan dapat masuk Desil 10 yang merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi dalam pemeringkatan DTSEN.
Menurut Gus Ipul, penghitungan desil dilakukan berdasarkan berbagai indikator sosial ekonomi yang dikumpulkan dan dianalisis oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
"Jadi kita tidak melihat penghasilan saja ya, itu nanti yang bisa menjelaskan lebih detail adalah BPS, karena BPS yang mengukur dan itemnya itu banyak," ujar Gus Ipul.
Dia menjelaskan, kondisi sosial ekonomi keluarga dinilai secara menyeluruh sehingga nominal penghasilan tidak dapat menjadi satu-satunya patokan dalam menentukan posisi seseorang pada desil tertentu.