KPK Tahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro usai OTT, Modus Dugaan Suap Proyek dan Jabatan Diusut

iNews TV
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro resmi ditahan KPK usai OTT. Dia meminta maaf kepada warga, namun membantah dugaan praktik jual beli jabatan. Foto iNews TV

JAKARTA, iNews.id - Bupati Pemalang Anom Widiyantoro resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terjaring operasi tangkap tangan. Anom keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dan tangan diborgol, Kamis (30/7/2026).

Anom ditahan bersama tiga orang lainnya, yakni staf administrasi KPK Setya Budi Dias Oktavianto dan dua tersangka lain yaitu ayah Dias, Lilik Budi Suprianto dan orang kepercayaan Anom, Mohamad Haris.  

Operasi tangkap tangan tersebut sebelumnya mengamankan 21 orang dari Jakarta, Pemalang, dan Purworejo. KPK juga menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar sebagai barang bukti. Perkara ini diduga berkaitan dengan penerimaan dari proyek serta praktik jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyatakan berdasarkan hasil ekspose, pihaknya menetapkan dua perkara dugaan pemerasan.

"Yang pertama yaitu terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Pemalang kepada para jajaran di bawahnya dan juga para pihak swasta," kata Budi kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).

Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
13 jam lalu

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Kenakan Rompi Oranye usai OTT KPK, Sampaikan Permintaan Maaf

14 jam lalu

Bupati Pemalang dan 3 Orang Lain Jadi Tersangka Pemerasan, Salah Satunya Staf KPK

15 jam lalu

Breaking News: Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Ditahan KPK, Pakai Rompi Oranye

1 hari lalu

Terjaring OTT, Istri Bupati Pemalang Tiba di Gedung KPK

1 hari lalu

Dede Yusuf Prihatin Kepala Daerah Sering Kena OTT: Biaya Politik Tinggi, Gaji Tak Terlalu Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal