JAKARTA, iNews.id – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan akan menindak tegas prajurit yang terbukti terlibat dalam kasus dugaan operasional markas judi online (judol) di rumah dinas Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur.
Perwira yang menempati rumah dinas tersebut telah ditahan oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Orang yang menyewakan tempat tersebut ya kemungkinan dia tahu. Kita sudah tahan, sudah di Pom sekarang. Sudah kita terus selidiki, perlu waktu lah untuk meyakinkan," kata Maruli kepada wartawan di Mabesad, Jumat (9/10/2026).
Maruli menegaskan, TNI AD tidak akan melindungi prajurit yang terbukti terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut. Dia juga menyebut kasus itu sebagai hal yang memalukan bagi institusinya.
"Yang jelas enggak mungkin lah kita melindungi yang seperti itu, ya. Ini justru hal yang sangat memalukan buat kami, ya," ujarnya.
Menurut Maruli, pengungkapan kasus tersebut bermula dari kepedulian warga di lingkungan perumahan yang mencurigai aktivitas di rumah dinas itu. Informasi dari masyarakat turut membantu proses pengungkapan kasus.
"Saya pikir, ya kalau masyarakat sekitar ikut merasa mengamankan, saya pikir bagus kan jadinya, ya," katanya.