"Kenapa demikian? Kalau program agama itu banyak, tapi kekhasan, keunikan, keistimewaan, spesial dari Cahaya Hati iNews ini adalah bukan hanya sekedar tausiah agama, tapi selalu dimulai dengan kajian tafsir, gitu ya," katanya.
Habib Nabiel menilai pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur'an. Melalui kajian tafsir, masyarakat tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai kandungan ayat-ayat suci.
"Itu meng-guide, membuat para generasi muda cinta sama Al-Qur'an. Itu kehebatan Cahaya Hati iNews," katanya.
Selain mengapresiasi konsep acaranya, Habib Nabiel juga menyoroti antusiasme masyarakat terhadap program tersebut. Menurutnya, respons positif tidak hanya datang dari jemaah yang hadir langsung, tetapi juga pemirsa yang menyaksikan melalui iNews TV.
Bahkan, dia mengaku mendapat respons dari sejumlah tokoh nasional yang menghubunginya setelah menyaksikan tausiah dalam program Cahaya Hati Indonesia.
"Jadi, artinya ini saya melihat animo, ya, masyarakat itu bukan hanya masyarakat yang hadir, tapi yang nonton pun juga orang-orang yang tahu bahwa ini adalah kajian Al-Qur'an sehingga berkelas gitu yang nontonnya juga," ucapnya.