“Sebenarnya ada beberapa, cuma memang yang paling membekas hari ini ketika di Kumpul Bintang, itu sudah 7-7 dan ada salah satu dari anak kita yang ngerasa agak down. Dan di situ memang kita as a team tuh jadi berasa banget untuk naikin mood satu sama lain supaya tetap semangat, dan alhamdulillah kita jadi juaranya hari ini,” tuturnya.
Dalam proses tersebut, salah satu siswa perwakilan tim, Aydin, sempat merasa tertekan hingga menangis saat menghadapi soal matematika yang harus dijawabnya. Ria pun berusaha memberikan semangat agar Aydin tidak merasa terbebani oleh tanggung jawab tersebut.
“Karena memang dia yang biasanya kita assign untuk matematika, dan itu soalnya adalah soal penentuan dan itu soal matematika, sehingga dia merasa tertekan gitu, jadi beban dia. Padahal akhirnya saya yakinkan bahwa tidak harus dijawab tidak apa-apa, semuanya juga harus menjawab dan semua harus berusaha, tidak hanya satu orang saja,” beber Ria.
Ria menjelaskan, persiapan yang dilakukan pihak sekolah bersama para siswa terbilang cukup singkat karena waktu transisi dari semifinal menuju grand final terbatas. Meski demikian, pembinaan tetap dilakukan di sekolah, ditambah pembelajaran mandiri oleh para siswa serta dukungan dari orang tua.
"Sebenarnya dari semifinal ke finalnya itu sangat short ya waktunya. Dan alhamdulillah kami punya orang tua murid yang sangat mendukung, jadi mereka ada pembelajaran mandiri sendiri dan juga kami pembinaan di sekolah,” tambahnya.