Suasana ceria berubah saat Bebeto menerima kabar bahwa listrik kontrakan sudah menyala, sehingga mereka harus pulang malam itu juga. Kenzi menyuruh semua beberes, sementara Sera tersenyum dengan mata berkaca-kaca, bahagia sekaligus sedih.
Di rumah Prayoga, Clara curiga melihat Marvin tersenyum pada hpnya, lalu mempertanyakan perubahan hubungan mereka. Lewat kilas balik terungkap bahwa Prayoga pernah mengundang Kenzi makan malam untuk menjodohkannya dengan Clara. Clara menolak karena mencintai Marvin dan memutuskan kabur.
Kenzi berbohong demi menyelamatkan Marvin dengan mengatakan Marvin justru mencegah Clara minggat. Prayoga tetap menghajar Marvin sampai Kenzi menahan tangannya. Prayoga memberi Marvin waktu hingga akhir bulan untuk membuktikan bisa menafkahi Clara, dengan pilihan menghilang atau dihilangkan, dan menegaskan Marvin berutang nyawa pada Kenzi.
Kembali ke masa kini, Clara menanyakan apakah masih ada cinta di antara mereka. Marvin memeluknya dan mengajak mulai dari awal, tetapi wajahnya langsung dingin dan penuh perhitungan. Di Act Three, perpisahan di lobi apartemen penuh keramaian: Bebeto memberi makanan kepada Larasati sebagai ucapan terima kasih “ibu kos”, dan Larasati yang tak pernah diperlakukan begitu hanya bisa canggung dan terharu.
Si Buyung sempat mogok sehingga Bebeto berharap menginap lagi, tetapi mobil akhirnya menyala dan mereka pergi. Sera menatap kepergian mereka dengan senyum yang perlahan hilang.