5 Fakta Pendonor Ginjal Bisa Beraktivitas Normal, Nomor 3 dan 4 Harus Dihindari

Mei Sada Sirait
Berikut lima fakta pendonor ginjal yang tetap dapat beraktivitas normal sekaligus hal yang perlu dihindari. (Foto: Ilustrasi AI)

5. Jangan malas check-up

Pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi hal yang tidak boleh diabaikan setelah seseorang menjadi pendonor ginjal. Pemeriksaan membantu memantau kondisi ginjal yang tersisa sekaligus mengetahui perubahan kesehatan sejak dini.

Prof. Nur Rasyid mengatakan pendonor justru dapat memiliki kesadaran lebih tinggi untuk menjaga kesehatan karena mengetahui hanya memiliki satu ginjal.

“Hasilnya ternyata yang jadi donor lebih sehat daripada masyarakat yang bukan donor. Kenapa? Karena yang jadi donor tahu bahwa ginjal tinggal satu, dia akan teratur check-up. Dia akan jaga,” ujarnya.

Dengan demikian, menjadi *pendonor ginjal* bukan berarti seseorang harus kehilangan kemampuan untuk bekerja dan beraktivitas normal. Pendonor tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari, tetapi perlu menghindari kegemukan dan hipertensi serta tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
1 hari lalu

Super Flu Menyebar di Indonesia, Kenali Gejala dan Tanda Bahayanya

1 hari lalu

Kemenkes Imbau Masyarakat Pakai Masker Lagi di Tengah Merebaknya Super Flu

1 hari lalu

Apa Itu Super Flu alias Influenza A (H3N2) Subclade K yang Kini Menyerang Indonesia?

1 hari lalu

184 Kasus Super Flu Ditemukan di 20 Provinsi, Kemenkes Pastikan Masih Terkendali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal