Karena gejalanya dapat menyerupai berbagai gangguan pencernaan lain, seseorang tidak dapat memastikan dirinya terinfeksi H. pylori hanya berdasarkan keluhan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Salah satu komplikasi yang perlu diperhatikan adalah tukak pada lambung atau usus kecil. H. pylori dapat merusak lapisan pelindung saluran pencernaan sehingga asam lambung lebih mudah menyebabkan luka.
Dalam jangka panjang, infeksi H. pylori juga merupakan salah satu faktor risiko kuat untuk jenis kanker lambung tertentu. Meski demikian, hanya sebagian kecil orang yang mengalami infeksi H. pylori kemudian berkembang menjadi kanker lambung.
H. pylori diduga dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, seperti air liur, muntah atau tinja. Bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan atau air yang terkontaminasi.
Karena itu, menjaga kebersihan tangan serta tidak berbagi makanan atau peralatan makan dapat membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri tersebut.