Meski penyebab bipolar belum diketahui secara pasti, namun kondisi ini diduga terjadi akibat faktor genetik. Selain itu, faktor lingkungan sekitar dan gaya hidup juga dapat menyebabkan seseorang terkena bipolar.
Ada juga pengidap yang mengalami mania dan depresi secara bersamaan. Misalnya, ketika pengidap merasa sangat berenerjik, dan di saat bersamaan juga merasa sangat sedih dan putus asa. Gejala ini dinamakan dengan periode campuran (mixed state).
Meski begitu, gejala bipolar sebenarnya bisa dikelola dengan baik melalui psikoterapi dan pengobatan. Langkah tersebut bisa membantu penderita bipolar untuk mengurangi frekuensi munculnya gejala, membantu penderita kembali beraktivitas seperti biasanya, dan menurunkan risiko mengalami gangguan kesehatan lainnya.