Selain itu, sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara risiko demensia Lewy Body dengan gangguan perilaku tidur REM dan hilangnya kemampuan penciuman.
Meski demikian, memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit tersebut. Dalam sebagian besar kasus, penyebabnya masih belum diketahui secara pasti.
Demensia Lewy Body dan penyakit Alzheimer sama-sama termasuk gangguan neurodegeneratif yang dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Keduanya juga dapat terjadi bersamaan pada seseorang.
Namun, terdapat perbedaan pada karakteristik gangguan otak yang mendasarinya.
Alzheimer berkaitan dengan penumpukan protein beta-amiloid dan tau di otak. Gejala awal yang sering terlihat adalah gangguan daya ingat, terutama kesulitan mengingat informasi atau kejadian yang baru dialami.
Sementara itu, demensia Lewy Body berkaitan dengan penumpukan protein alfa-sinuklein. Selain gangguan berpikir, penyakit ini memiliki karakteristik berupa perubahan kemampuan kognitif yang berfluktuasi, halusinasi visual, serta gangguan gerakan yang menyerupai Parkinson.