"Sumbatan yang ada di koroner akan dibuka menggunakan balon khusus agar sumbatan dapat dikurangi hingga kurang atau sama dengan 30%," ujar Prof Dasaad dalam peryataan resminya, Minggu (10/11/2024).
Selanjutnya, balon dikembangkan agar obat yang ada pada balon dapat ditempelkan pada dinding pembuluh darah yang tersumbat. Setelah itu, balon ditarik keluar.
"Jadi tidak ada benda asing yang ditinggalkan dalam tubuh pasien," jelasnya.
Seiring berjalannya waktu, obat yang tertinggal di pembuluh darah koroner akan menunjang tubuh pasien untuk menghilangkan sumbatan yang tersisa dan melebarkan pembuluh darah koroner melalui proses yang disebut Positif Remodelling dan Late Lumen Enlargement.
Namun, menurut Prof Dasaad, hal itu juga harus dibarengi dengan pola hidup yang baik. Dengan harapan, dalam kurun waktu enam hingga sembilan bulan diharapkan pembuluh darah koroner yang diobati dapat kembali normal.
Prof Dasaad Mulijono lebih lanjut menjelaskan, diet D-Nutritarian yang merupakan pola makan nabati sehat berbasis makanan utuh dapat mendukung efektivitas dan keuntungan penggunaan DCB secara sempurna.