JAKARTA, iNews.id - Anda tentu tak asing dengan istilah burnout yang seringkali terucap, khususnya di kalangan geng milenial. Ternyata arti burnout adalah ketika berbagai aktivitas menumpuk hingga mulai kebingungan yang mana yang harus dilakukan terlebih dahulu.
Dilansir dari Heathline, Herbert Freudenberger pada 1970 menggambarkan burnout sebagai kondisi stres berat yang menyebabkan kelelahan fisik, mental, dan emosional yang parah. Burnout dapat terjadi pada siapa saja yang secara rutin terpapar stres tingkat tinggi, baik yang berhubungan dengan pekerjaan maupun tidak.
Burnout sendiri dapat menyebabkan gejala kelelahan dan depresi. Kelelahan tidak hilang dengan sendirinya dan, jika tidak ditangani, dapat menyebabkan penyakit fisik dan psikologis yang serius seperti depresi, penyakit jantung, dan diabetes.
Orang dengan kelelahan cenderung merasa kewalahan. Akibatnya, mereka mungkin berhenti bersosialisasi dan curhat pada teman, anggota keluarga, dan rekan kerja. Dalam kasus ekstrem, mereka mungkin beralih ke obat-obatan, alkohol, atau makanan sebagai cara untuk menghilangkan rasa sakit emosional mereka.