Asap Karhutla Mengandung PM2,5, Partikel Berbahaya Bisa Masuk hingga Paru-paru

Niko Prayoga
Asap karhutla mengandung partikel halus PM2,5 yang berbahaya bagi kesehatan karena dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga paru-paru. (Foto: Ilustrasi AI)

Budi menjelaskan PM2,5 merupakan partikel yang berukuran kurang dari 2,5 mikrometer. Karena ukurannya sangat kecil, partikel tersebut dapat masuk ke saluran pernapasan dan mencapai bagian dalam paru-paru.

Paparan PM2,5 dari asap karhutla dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Beberapa di antaranya berupa iritasi mata, tenggorokan gatal, batuk, hingga sesak napas.

Kondisi tersebut juga perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang memiliki penyakit paru kronis. Paparan asap dapat memperburuk kondisi kesehatan dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Untuk mengurangi paparan, masyarakat di wilayah terdampak karhutla disarankan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara sedang buruk.

Selain itu, masyarakat dianjurkan rutin memantau indeks kualitas udara melalui aplikasi atau sumber informasi resmi. Informasi tersebut dapat membantu warga menentukan apakah kondisi udara masih aman untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan gejala gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla. Warga yang mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, atau iritasi mata berat disarankan segera mencari pertolongan medis di puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Dengan meningkatnya sebaran karhutla, kewaspadaan terhadap kualitas udara menjadi penting. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas di luar ruangan menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk membantu melindungi kesehatan dari paparan PM2,5.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
8 hari lalu

Viral KRL Berasap di Stasiun Cikarang, Ini Penjelasan KAI Commuter

24 hari lalu

Karhutla Kepung 4 Gunung Jatim, Bromo hingga Argopuro Masih Terpantau Asap

27 hari lalu

Berapa Lama Vape dan Asap Rokok Bertahan di Udara? Penelitian Ungkap Fakta Ini

29 hari lalu

BNPB: Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Berpotensi Capai Singapura, Malaysia hingga Brunei

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal