"Secara medis, terbukti bahwa puasa 100 jam lebih itu akan lebih baik jika memperhatikan asupan makanan yang bisa dilakukan seumur hidup," kata dr Jessica saat ditemui usai menghadiri acara Kolaborasi Strategis Bethsaida Healthcare dengan IHH, GAH dan Indo Medivac, beberapa hari lalu.
Dokter Jessica melanjutkan, puasa dalam waktu lebih dari 100 jam itu bukan tanpa risiko. Apalagi tubuh manusia pada dasarnya tetap membutuhkan asupan makanan yang cukup setiap harinya.
Di kesempatan ini, dr Jessica memperingatkan bagi orang dengan penyakit diabetes, memiliki riwayat sakit jantung, sangat tidak disarankan melakukan puasa dengan durasi waktu yang sangat panjang seperti dilakukan Ashanty.
"Karena, metabolisme orang-orang tersebut sudah terganggu, dan dengan berpuasa segitu lamanya, justru bisa memperburuk kondisi kesehatan mereka," kata dr Jessica.
Alih-alih melakukan puasa ekstrem, dr Jessica lebih merekomendasikan pola makan yang sehat. Lalu, tetaplah makan tiga kali sehari namun dengan membatasi asupan kalori yang masuk dalam tubuh. Pastikan juga asupan karbohidrat, protein, lemak, dan serat tercukupi sesuai dengan kondisi tubuh Anda.
"Jika memang tujuannya ingin membersihkan pencernaan atau mendapatkan tubuh yang lebih kurus, Anda bisa melakukan langkah yang lebih baik yaitu memperbanyak asupan makanan berserat seperti sayur dan buah," tambah dr Jessica.