“Penelitian terbaru tahun 2026 ini melibatkan >900.000 orang dewasa kemudian dianalisis kebiasaan konsumsi minuman panasnya, kemudian dibandingkan risiko kanker kerongkongannya," ujarnya.
"Definisi minuman sangat panas pada penelitian ini adalah diminum saat suhu >65 C. Jenis minuman pada penelitian ini adalah teh dan kopi," kata dr Adam.
Dia mengatakan, hasil penelitian menunjukkan konsumsi teh atau kopi dalam kondisi sangat panas berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan, khususnya jenis kanker sel skuamosa.
“Peningkatan risiko terkena kanker kerongkongan pada orang yang rutin minum teh atau kopi saat suhunya masih sangat panas (>65 C), dibandingkan dengan yang diminumnya saat suhu sudah hangat. Kanker kerongkongan pada kondisi ini yang meningkat adalah kanker sel skuamosa," katanya.
Selain suhu, frekuensi konsumsi juga menjadi perhatian. Berdasarkan penjelasan dr. Adam terhadap hasil riset tersebut, minum teh atau kopi dalam kondisi sangat panas dikaitkan dengan peningkatan risiko hingga tiga kali lebih tinggi.