Belum Kuat Lari, Japanese Walking Jadi Alternatif bagi Pemula Jaga Kesehatan Jantung

Niko Prayoga
Metode Japanese Walking juga disebut mampu meningkatkan kapasitas pernapasan dan membuat pembuluh darah lebih fleksibel. (Foto: Ilustrasi AI)

dr Cecep juga membagikan indikator sederhana untuk mengetahui apakah seseorang sudah berada di fase jalan cepat. Salah satunya dengan metode tes bicara.

“Patokan jalan cepatnya gimana sih? Pakai tes ngomong aja. Pas ngebut usahain nafas agak ngos-ngosan dan cuma sanggup ngucap satu dua kata,” katanya.

Sementara bagi pengguna smartwatch, fase jalan cepat dapat dilihat dari detak jantung yang mencapai lebih dari 70 persen dari kapasitas maksimal.

Dia menambahkan, ketika memasuki fase jalan santai, napas harus kembali stabil sehingga seseorang bisa berbicara normal atau bahkan bernyanyi.

“Nah, pas jalan santai nafas harus balik tenang dan bisa ngomong lancar atau nyanyi lagi. Biar hasilnya optimal rutinin minimal dua sampai empat kali dalam seminggu,” katanya.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
4 hari lalu

Tak Cuma Obat, Teknologi TMS Bisa Stimulasi Area Otak Pasien Afasia

4 hari lalu

Selain Butuh Kesibukan, Ini Alasan Lansia Perlu Punya Teman di Usia Senja

4 hari lalu

Bahaya Etomidate di Vape Narkoba, Fly Sebentar tapi Hormon Rusak!

6 hari lalu

Dokter Bongkar Alasan Orang Indonesia Berobat Kanker di Singapura, Ternyata Karena Ini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal