Benarkah Sering Lembur Kerja Tingkatkan Kematian Dini? Ini Penjelasan WHO 

Devi Ari Rahmadhani
Sering lembur kerja tingkatkan kematian dini. (Foto: istimewa)

"Pandemi COVID-19 telah secara signifikan mengubah cara banyak orang bekerja. Teleworking telah menjadi norma di banyak industri, cara ini sering mengaburkan batas antara rumah dan tempat kerja. Selain itu, banyak bisnis telah dipaksa untuk mengurangi atau menutup operasi untuk menghemat uang, dan orang-orang yang masih dalam daftar gaji akhirnya bekerja lebih lama,” kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO. 

Ditambahkan Dr Maria Neira, Direktur, Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan, di Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan lembur atau bekerja selama 55 jam per minggu menimbulkan bahaya kesehatan yang serius. 

“Sudah saatnya kita semua, pemerintah, pengusaha, dan karyawan bangun dengan fakta bahwa jam kerja yang panjang dapat menyebabkan kematian dini,” kata Maria Neira. 

Editor : Elvira Anna
Artikel Terkait
8 hari lalu

Gelombang Panas Dahsyat! WHO Peringatkan Eropa Hadapi Minggu-Minggu Mematikan

10 hari lalu

Ganas! Gelombang Panas Lebih Dahsyat Akan Terjang Eropa, Suhu Capai 43 Derajat Celsius 

18 hari lalu

1.300 Orang Meninggal Dunia Imbas Gelombang Panas di Eropa, Prancis Terpanggang!

18 hari lalu

Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85% Lansia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal