Fenomena tersebut menjadi salah satu alasan BPOM terus memperketat pengawasan terhadap produk rokok elektronik. Pengawasan dilakukan mulai dari kandungan nikotin, bahan tambahan yang digunakan, hingga kepatuhan terhadap aturan pelabelan dan peringatan kesehatan.
Para ahli juga mendorong penguatan regulasi terkait iklan, promosi, dan penjualan vape agar tidak semakin menarik minat anak-anak dan remaja. Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi langkah penting untuk meluruskan berbagai persepsi keliru mengenai rokok elektronik.
Dengan berbagai fakta tersebut, BPOM mengingatkan masyarakat untuk lebih kritis terhadap klaim bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Hingga saat ini, rokok elektronik tetap memiliki risiko kesehatan dan tidak dapat dianggap sebagai produk yang sepenuhnya aman bagi penggunanya.