Dia menyarankan TSB menggunakan tas berbentuk ransel agar kedua tangan orang tua tetap bebas untuk memegang atau menggendong anak. Isi tas juga harus dibatasi pada barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.
“Inget tas ini dipake sambil gendong anak, bukan dijinjing santai. Kalo isinya kebanyakan, yang ada malah ga bakal dibawa. Esensial dan ringkas jauh lebih berguna daripada lengkap tapi berat,” katanya.
Untuk membantu orang tua menyiapkan TSB, dr Leonirma membagi kebutuhan utama ke dalam tiga kategori, yakni dokumen dan obat-obatan, perlengkapan bayi dan balita, serta kebutuhan orang tua.
1. Dokumen Penting dan Obat-obatan Esensial
Dokumen identitas dan perlengkapan medis dasar sebaiknya disimpan dalam kantong plastik kedap air. Dokumen yang disiapkan antara lain fotokopi Kartu Identitas Anak (KIA) atau rekam imunisasi, KTP dan kartu keluarga (KK) orang tua, data diri dalam USB, daftar kontak darurat, serta foto terbaru anak.
Untuk pertolongan pertama, orang tua dapat menyiapkan parasetamol dengan dosis sesuai berat badan anak, oralit, obat rutin anak beserta catatan dosis dan riwayat alergi. Perlengkapan lain meliputi kasa, plester, antiseptik non-alkohol, gunting kecil, dan termometer.